Mengenal Pengertian Dan Kewenangan Notaris Dalam Jual Beli Rumah

0 Comments

Dalam perjanjian jual beli, termasuk rumah kehadiran notaris menjadi hal penting dan paling dibutuhkan. Kehadirannya menjadi pihak tengah yang mana menghubungkan satu pihak dengan lainnya. Sehingga nantinya tidak terjadi permasalahan atau sengket di kemudian harinya. Jadi, jika anda ingin melakukan perjanjian jual beli rumah, maka penting bagi anda untuk menggunakan jasa profesi ini. namun nyatanya masih banyak orang yang belum mengetahui tugas dan kewenangan notaris. Dan pada artikel di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut.

Pengertian Dan Kewenangan

Sesuai dengan UU no. 30 tahun 2004 dan kemudian diganti pada UU no.2 tahun 2014 mengenai jabatan Notaris. Menjelaskan jika notaris merupakan penjabat umum yang memiliki kewenangan membuat akta otentik serta kewenangan lainnya yang telah ditentukan dalam Undang-undang.

Tugas-Tugas Notaris

  1. Membukukan surat-surat yang ada di bawah tangan dengan mendaftarkan dalam buku khusus
  2. Membuat kopian surat asli dibawah tangan, berbentuk salinan memuat uraian sebagaimana yang ditulis serta digambarkan pada surat yang bersangkutan.
  3. Memberikan penyuluhan hukum yang berkaitan dengan pembuatan akta
  4. Membetulkan akta yang berkaitan dengan pertanahan
  5. Membuat risalah lelang
  6. Membuat pengesahan kecocokan antara surat asli dan fotokopi
  7. Membuat akta kesalahan tulis.ketik pada minuta akta yang sudah ditandatangani. Dimana dengan cara membuatkan berita acara (BA) serta memberikan catatan tersebut pada minuta akta asli. Dengan menyebutkan tanggal dan nomor pembetulan. Selain itu salinan tersebut nantinya akan dikirimkan kepada para pihak yang bersangkutan

Kewajiban Menurut UUJN (pasal 16)

  1. Bertindak jujur, mandiri, seksama, tidak berpihak serta menjaga kepentingan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan akta, salinan akta, serta kutipan
  2. Wajib dalam memberikan perbuatan hukum
  3. Membuatkan akta ke dalam bentuk minuta akta serta menyimpannya, sebagaimana bagian dari protokol dan juga menjamin kebenarannya. Notaris tidak diharuskan menyimpan minuta akta jika akta tersebut dibuat berbentuk akta originali.
  4. Mengeluarkan pelayanan yang sesuai ketentuan UUJN, terkecuali jika ada alasan menolaknya
  5. Wajib merahasiakan segala hal yang berkaitan akta serta sura-surat lainnya. demi melindungi semua kepentingan dari pihak-pihak terkait.
  6. Menjilid akta yang sudah dibuatnya dalam 1 bulan ke 1 buku/bundle dimana tidak melebihi dari 50 akta. Jika jumlahnya melebihi ketentuan maka bisa dijilid dalam buku lainnya. Mencatat jumlah minuta akta, bulan serta tahun pembuatannya di sampul setiap buku. Hal ini dimaksudkan jika dokumen-dokumen resmi otentik tersebut membutuhkan pengamanan baik, baik pada aktanya sendiri maupun isinya. Ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab
  7. Membuat daftar serta akta protes pada tidak diterimanya atau tidak dibayarnya surat berharga
  8. Membuat daftar akta yang berkaitan dengan wasiat menurut waktu pembuatan aktar di setiap bulannya. Mengirimkan daftar akta, yang dimaksudkan yaitu daftar akta nihil kepada Daftar Pusat Wasiat Departemen Hukum dan HAM. Setidaknya paling lambat setiap tanggal 5 setiap bulannya dan juga melaporkan kepada majelis pengawas daerah maksimal tanggal 15 setiap bulannya.
  9. Membacakan akta kepada penghadap, dihadiri minimal 2 saksi dan ditandatangani saat itu di depan para penghadap, notaris, serta saksi.
  10. Mencatata di dalam repotroium mengenal tanggal pengiriman daftar wasita di setiap akhir bulan
  11. Memiliki cap/stempel yang memuat lambang Negara Indonesia serta ruang yang melingkarinya tertulis nama, jabatan, serta tempat kedudukan yang terkait.
  12. Menerima magang calon notaris

Perbedaan Notaris Dan PPAT

Seringkali banyak orang yang salah mengira jika notaris dan PPAT adalah profesi yang sama. Tak heran karena terkadang keduanya terlihat dalam 1 plang yang sama. Namun perlu anda ketahui jika kedua profesi ini meskipun dianggap mempunyai tugas dan fungsi yang sama, namun keduanya jauh berbeda. Meskipun begitu tak jarang ditemukan notaris PPAT. Dan rangkap jabatan seperti tersebut memang diperbolehkan dalam peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.

Dilihat Dari Pengertiannya

Secara garis besar, profesi notaris adalah penjabat umum yang memiliki kewenangan membuat akta otentik serta kewenangan lainnya. dan semuanya telah tertulis di dalam Undang-Undang no.2 tahun 2014 Pasal 1 Angka 1 UUJN. Sedangkan PPAT merupakan penjabat umum yang berwenang membuat akta-akta otentik perbuatan hukum tertentu tentang hak atas tanah.

Seorang notaris bisa menjalankan profesinya setelah diangkat resmi oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sedangkan PPAT diangkat resmi Badan Pertanahan Nasional atau BPN. PPAT dapat dijabat sebagai camat. Sehingga camat tersebut memiliki status sebagai PPAT sementara. Jika transaksi tanah yang dilakukan berada di daerah yang terpencil, maka biasanya profesi PPAT dilakukan oleh camat setempat.

Dilihat Dari Kewenangannya

Jika diliha dari kewenangannya pun, kedua profesinya ini memiliki perbedaan yang cukup jauh. Untuk notaris memiliki kewenangan untuk:

  • Mengesahkan tanda tangan serta menetapkan kepastian dari tanggal surat di bawah tangan. Yaitu dengan mendaftarkan di dalam buku khusus (legalisasi)
  • Membuat akta otentik mengenai ketetapan dan perjanjian
  • Membukukan surat-surat yang ada di bawah tangan dengan mendaftarkan di dalam buku khusus (waarmerking)
  • Memberikan penyulihan hukum yang berkaitan dengan pembuatan akta
  • Melakukan pengesahan antara kecocokan fotokopi dan surat aslinya
  • Membuat akta jual beli serta sertifikat tanah

Sementara kewenangan yang dilakukan oleh PPAT adalah meliputi urusan pertanahan, yaitu mulai dari:

  • Jual beli
  • Hibah
  • Tukar menukar
  • Pemasukan ke dalam perusahaan
  • Pemberian Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai atas Tanah Hak Milik
  • Pembagian Hak Bersama
  • Pemberian Hak Tanggungan
  • Pemberian Kuasa membebankan Hak Tanggungan

Kewenangan Wilayah Kerja

Jika anda memiliki bangunan atau tanah yang ingin disewakan maupun dijual kepada pihak lainnya. Maka anda dapat mengurus surat serta akta perjanjiannya melalui kantor notaris terdekat dari tempat tinggal. Dengan kata lainnya, anda tak perlu langsung mendatangi kantor notaris yang ada di wilayah properti tersebut.

Kewenangan Wilayah Kerja Notaris

Misalnya saja, anda ingin menjual rumah yang ada di kota Jakarta kepada pembeli yang tinggal di kota Bandung. Untuk menandatangani akta Jual Beli, baik anda maupun pihak pembeli tak perlu mengunjungi kantor notaris yang ada di Bandung. Namun berbeda dengan PPAT, untuk kewenangan wilayahnya hanya pada domisili yang sudah ditentukan. Dan PPAT tak memiliki kuasa menjalankan tugas yang ada di luar daerah lainnya. Dan ini sudah disebutkan di dalam pasal 12 Ayat 1 PP37/1998. Menjelaskan jika daerah kerja PPAT berada 1 wilayah kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. Karena itulah pengurusan terhadap pengalihan hak atas tanah yang ada di lokasi A. Tentu harus dilakukan melalui PPAT yang memiliki kewenangan di wilayah A pula.

Nah itu tadi penjelasan mengenai pengertian dan kewenangan dari Notaris dalam jual beli rumah, tanah maupun properti lainnya. Dan bagaimana perbedaannya dengan PPAT, sehingga anda kini tak salah mengartikannya kembali. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *